Sabtu, 17 Desember 2016

PARA PECINTA ILMU

Assalamu’alaikum Ayah dan Bunda,
Bagaimana kabarnya? Semoga senantiasa sehat selalu… Aamiin YRA,
Oke, hari ini akan dilanjutkan review buku Rasul Tersayang, seri “Kecerdasan”.
=====================================================================
“PARA PECINTA ILMU”
Rasulullah Saw berhasil mendidik para sahabatnya dengan sangat baik. Para sahabat nabi berubah, dari orang-orang jahiliyah yang keras kepala menjadi para pecinta ilmu yang luar biasa.
Dikisahkan, di zaman para sahabat sekelompok sahabat sering datang ke rumah Ummu Al-Darda. Di rumah itu mereka selalu berbagi ilmu. Suatu hari salah seorang dari sahabat itu bertanya kepada tuan rumah, “Apakah engkau bosan dengan kedatangan kami, Ummu Al-Darda?”
Ummu Al-Darda menjawab, “Sama sekali tidak. Setelah ku cari-cari ternyata tidak ada ibadah yang lebih memuaskan hati ku selama di Madinah ini selain berbagi ilmu.”
Jawaban seperti itu tidak bisa diberikan semua orang, kecuali orang yang benar-benar haus akan ilmu.
Sebagai guru yang sangat pandai, Rasulullah berhasil mendidik para sahabat agar memiliki berbagai macam kelebihan. Rasulullah Saw pernah bersabda, “Umatku yang paling menghiasai umatku adalah Abu Bakar, yang paling keras menyangkut urusan Allah adalah Umar, yang paling pemalu adalah Usman, yang paling alim menyangkut halal dan haram adalah Mu’adz bin Jabal, yang paling pakar dalam ilmu faraid adalah Zaid bin Tsabit, yang paling ahli dalam ilmu qira’ah adalah Ubay ibn Ka’ab. Setiap umat memiliki orang yang terpercaya, dan orang terpercaya umat ini adalah Abu Ubaidah Ibn Al-Jarrah, yang paling ahli memutuskan perkara adalah Ali, yang paling zuhud dan jujur ialah Abu Dzar, yang paling bersih dan ahli ibadah adalah Abu Al-Darda, dan yang paling bijak adalah Muawiyah bin Abi Sufyan.”
=====================================================================
* Pelajaran yang bisa diambil:

Semangat mencari ilmu yang dimiliki oleh para sahabat ialah hasil dari tempaan Rasulullah Saw yang tak kenal lelah dalam mendidik dan mengajarkan Ilmu. Hasilnya begitu luar biasa, hampir semua disiplin Ilmu dikuasai oleh para sahabat. Bahkan masing-masing dari mereka menjadi seorang ahli dan pakar di cabang ilmu tertentu. MasyaAllah,
Ayah dan Bunda, perlu diketahui bahwa salahsatu tantangan yang paling berat ialah berjihad melawan hawa nafsu diri. Termasuk didalamnya ialah memaksa diri kita untuk terus belajar ilmu agama, mengajarkan anak-anak kita dan keluarga sekitar agar paham dan memiliki akidah yang lurus. Untuk itu, kita bisa contoh semangat juang para sahabat dalam hal mencari dan menuntut ilmu. Niatkan agar setiap usaha kita dalam menuntut ilmu sebagai jalan semakin dekatnya kita pada Allah Swt, semakin kenal kita akan ajaran Islam dan mencintai Rasulullah Saw. Dan tahapan yang paling sulit dalam belajar, ialah mengamalkan Ilmu yang didapatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga kita semua termasuk orang-orang yang Allah berikan kekuatan dalam mencari ilmu, di istiqomahkan juga ikhlas dalam belajar yaa, Aamiin YRA.
=====================================================================
*dikutip dari Buku “Rasul Tersayang” seri KECERDASAN Karya Kak Eka Wardhana persembahan Rumah Pensil Publisher.

Oh iya, hampir lupa…
Bila Anda ingin tahu info Buku-buku Persembahan dari Rumah Pensil, silahkan kunjungi sosial media kami :
FB : Buku Dongeng Cerita Islami
Twitter : @RumahpensilID
IG : @rumahpensilofficial
G+ : Rumah Pensil Publisher
No. Kontak : 082240115459

Terimakasih,
Rumah Pensil Publisher || Open Your Book Open Your Mind 

Buku Rasul Tersayang Ser Kesecrdasan

Jumat, 16 Desember 2016

SETIA JANJI

Assalamu’alaikum Ayah dan Bunda,
Bagaimana kabarnya? Semoga senantiasa sehat selalu… Aamiin YRA,
Selamat Hari Jum’at, jangan lupa amalan hari Jum’at nya yaa ^_^
Oke, hari ini akan dilanjutkan review buku Rasul Tersayang, seri “Keteladanan”.
=====================================================================
“SETIA JANJI”
Rasulullah Saw amat setia bila berjanji. Kesetiaan Rasul pada janji amat terkenal, baik dikalangan teman maupun lawan. Abdullah bin Ubay Al-Hasmaa berkata, “Pernah Saya akan menjual sesuatu pada Muhammad, saya berjanji akan datang kepadanya di suatu tempat. Tapi saya lupa dan ingat kembali setelah 3 hari. Ketika ia melihat saya, ia tidak menampakkan wajah jengkel atau penyesalan, ia hanya mengatakan, ‘Engkau telah menyulitkan saya. Saya disini telah 3 hari menantimu.
Padahal peristiwa itu terjadi di zaman jahiliyah dan Allah Swt belum mengangkat Muhammad Saw menjadi seorang Rasul.
=====================================================================
* Pelajaran yang bisa diambil:
Ayah dan Bunda, terkadang kita menganggap sepele perihal janji. Saat Ayah dan Bunda berjanji dengan seseorang misalnya, kebanyakan dari kita malah tidak menghargai janji dengan semsetinya. Padahal hukum berjanji adalah mubah, sementara hukum menepati janji adalah wajib, sehingga melanggar janji berarti suatu keharaman. Saat Rasulullah berjanji dengan seseorang, Beliau pegang betul janji tersebut dengan setia dan menaati kesepakatan. Beliau hadir sesuai waktu dan tempat yang telah disepakati, bahkan terus menunggu dengan setia tatkala orang yang berjanji dengannya lupa sekalipun.
Sikap dan perilaku Beliau menjadi teladan yang patut di contoh bahkan di kagumi orang-orang yang kenal dengannya. Mari kita tunjukkan sifat disiplin saat berjanji dengan orang lain, dengan cara datang sesuai waktu dan tempat yang disepakati dan menghargai janji tersebut. Agar sifat kita bisa menjadi teladan bagi orang lain.
=====================================================================
*dikutip dari Buku “Rasul Tersayang” seri KETELADANAN Karya Kak Eka Wardhana persembahan Rumah Pensil Publisher.

Oh iya, hampir lupa…
Bila Anda ingin tahu info Buku-buku Persembahan dari Rumah Pensil, silahkan kunjungi sosial media kami :
FB : Buku Dongeng Cerita Islami
Twitter : @RumahpensilID
IG : @rumahpensilofficial
G+ : Rumah Pensil Publisher
No. Kontak : 082240115459

Terimakasih,
Rumah Pensil Publisher || Open Your Book Open Your Mind 
Buku Rasul Tersayang Seri Keteladanan



Kamis, 15 Desember 2016

KESEDIHAN BILAL

Assalamu’alaikum Ayah dan Bunda,
Bagaimana kabarnya? Semoga senantiasa sehat selalu… Aamiin YRA,
Oke, hari ini akan dilanjutkan review buku Rasul Tersayang, seri “Air Mata”.
=====================================================================
“KESEDIHAN BILAL”
Setelah Rasulullah Saw wafat, Bilal tidak lagi pernah mengumandangkan adzan. Ia pergi berjihad membebaskan Negeri Syam dari tangan orang Romawi. Maka para Sahabat Nabi di Madinah pun tak lagi bertemu dengannya. Sampai suatu ketika Khalifah Umar bin Khattab datang berkunjung ke Syam. Ia sangat gembira bertemu lagi dengan Bilal, sang Muadzin Rasulullah.
Pada kesempatan itu Umar bin Khattab meminta Bilal kembali mengumandangkan adzan, untuk mengenang saat-saat bersama Rasulullah. Awalnya Bilal menolak keras, setelah didesak dan terus didesak, barulah Bilal menurut. Namun, ketika sampai pada kalimat, “Asyhadu anna Muhammad Rasulullah…” Bilal teringat Rasulullah dan menangis tersedu-sedu. Para sahabat pun turut menangis pula karenanya.
=====================================================================
* Pelajaran yang bisa diambil:
Ayah dan Bunda, sudahkah kita menangis karena rindu Rasulullah? Sementara para sahabat yang hidup dengan beliau begitu sedih karena kehilangan Rasulullah Saw. Pernah kah Ayah dan Bunda mengingat perjuangan dan pengorbanan nya yang begitu luar biasa, sehingga para sahabat begitu sedih semenjak ditinggalkan Rasulullah Saw.
Seandainya Ayah dan Bunda diberikan kesempatan untuk bisa bertemu dengan Rasulullah, lalu apa yang akan Ayah dan Bunda berikan sebagai tanda bukti cinta kita kepadanya? Sementara kita jarang sekali ingat dan bersholawat pada beliau.
Allahumma shollii wa sallim ‘alaa Muhammad, wa ‘alaa ali Muhammad”
Semoga masih ada air mata yang bisa kita persembahkan lewat doa-doa sebagai bukti betapa rindu dan cinta nya kita kepada Rasulullah Saw. Aamiin.
*dikutip dari Buku “Rasul Tersayang” seri AIR MATA Karya Kak Eka Wardhana persembahan Rumah Pensil Publisher.
=====================================================================
Oh iya, hampir lupa…
Bila Anda ingin tahu info Buku-buku Persembahan dari Rumah Pensil, silahkan kunjungi sosial media kami :
FB : Buku Dongeng Cerita Islami
Twitter : @RumahpensilID
IG : @rumahpensilofficial
G+ : Rumah Pensil Publisher
No. Kontak : 082240115459

Terimakasih,
Rumah Pensil Publisher || Open Your Book Open Your Mind 
Buku Rasul Tersayang Seri Air Mata


Selasa, 13 Desember 2016

DARI BENCI JADI CINTA

Assalamu’alaikum Ayah dan Bunda,
Bagaimana Kabarnya? Moga Allah selalu memberikan keberkahan dalam menjalankan setiap aktivitas kesehariannya yah… Aamiin YRA,
Ahamdulillah, sudah akhir tahun lagi. Ditengah kesibukan meyiapkan liburan dan agenda kumpul bersama sanak keluarga. Ternyata dibulan ini sudah masuk ke bulan Rabiul Awal menurut kalender Hijriyah, dimana di bulan ini adalah Bulan Kelahiran Rasulullah Saw. Nah, kita sebagai umatnya sudah sewajarnya mengetahui dan menjadikan bulan ini untuk lebih kenal dan lebih dekat dengan Rasulullah Saw yah. Untuk itu, kita akan sedikit bahas apa saja nih sifat-sifat juga keteladanan yang dicontohkan Rasulullah Saw dan bisa menjadi pelajaran bagi kita sebagai umatnya.
Karena kebetulan bulan ini pun Buku Rasul Tersayang sudah selesai di cetak, maka sumber sifat dan keteladanan Rasul ini disadur dari Buku Rasul Tersayang dengan ke-10 serinya. InsyaAllah kedepan akan sharing mengenai sifat dan keteladanan Rasul yang bisa kita contoh dalam kehidupan sehari-hari.
=====================================================================
“DARI BENCI JADI CINTA”
Hati manusia bisa menjadi lebih keras dari sebuah batu. Bila batu lama-kelamaan bisa berlubang karena tetesan air, hati manusia bisa selamanya ada dalam kekafiran walau sudah disirami ajakan iman berkali-kali. Kedermawanan lah yang bisa melunakkan hati yang demikian keras itu.
Shafwan bin Umayyah adalah contohnya. Ia tetap dapat kedermawanan Rasul, padahal waktu itu hatinya masih belum rela menerima Islam. Shafwan berkata, “Demi Allah, Rasulullah saw telah memberi suatu pemberian kepadaku (dalam jumlah yang banyak), padahal beliau saat itu adalah orang yang paling aku benci (dan Rasul pun tahu hal itu). Akan tetapi, beliau tetap memberiku sehingga beliau menjadi orang yang paling aku cintai.”

=====================================================================

* Pelajaran yang bisa diambil:
Jadilah orang yang dermawan sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah saw, karena Allah berjanji akan menambahkan rezeki berkali lipat pada seseorang yang mau menyisihkan sebagian harta bendanya untuk disedekahkan. Karena sedekah seorang dermawan akan membuka lebih banyak rezeki bagi orang yang ikhlas menolong sesama.
Bahkan hati yang keras sekalipun, akan luluh dan berubah menjadi cinta saat kita menerapkan sifat kedermawanan dalam lingkungan sekitar kita.
Minimalnya mulai lah dari diri kita sendiri, mulai lah dari yang kecil, dan mulai lah saat ini.
Anda tidak perlu menunggu menjadi orang kaya baru kemudian menjadi seorang dermawan, justru kedermawanan nantinya akan mengundang kekayaan dan rezeki.
*dikutip dari Buku “Rasul Tersayang” seri KEDERMAWANAN Karya Kak Eka Wardhana persembahan Rumah Pensil Publisher.

=====================================================================

Oh iya, hampir lupa…
Bila Anda ingin tahu info Buku-buku Persembahan dari Rumah Pensil, silahkan kunjungi sosial media kami :
FB : Buku Dongeng Cerita Islami
Twitter : @RumahpensilID
IG : @rumahpensilofficial
G+ : Rumah Pensil Publisher
No. Kontak : 082240115459

Terimakasih,
Rumah Pensil Publisher || Open Your Book Open Your Mind 
Buku Rasul Tersayang Seri Kedermawanan








:D

Jumat, 09 Desember 2016

SUPERSTAR SEPANJANG ZAMAN


Pernah menemukan manusia yang super duper lengkap dari semua sisi kehidupannya?
Pernah menemukan pemimpin yang tidak korupsi, adil dan di sayangi rakyatnya?
Pernah menemukan orang yang paling peka dan peduli, tempat curhat dan minta solusi terbaik dikala Anda sedang kalut dalam masalah?
Jika Anda belum menemukan orang tersebut, jawabannya ialah Rasulullah Saw.
Pertanyaan nya sudah kenal kah kita dengan Beliau? Sejauh mana pengetahuan kita akan perjalanan hidup yang kaya akan hikmah dan pelajaran bagi umatnya.
Padahal Rasulullah Saw teramat sayang akan umatnya, terlebih pada kita yang tak hidup satu zaman dengan Beliau. Rasulullah pernah berujar bahwa yang paling Beliau cinta dan rindukan ialah manusia yang tidak hidup bersamanya, tidak pernah bertemu dan melihat Beliau tapi mengimani kehdirannya.
Rasulullah sering menanyakan  nasib umat nya ke depan pada Malaikat Jibril, sering mendoakan umatnya, termasuk meminta kepada Allah untuk mengampuni dosa-dosa umatnya, sampai ketika beliau berdakwah ke Negeri Thaif, dan ditolak oleh penduduk disana. Saat itu penduduk Thaif melempari beliau dengan batu, dibilang gila dan tukang sihir, sampai hendak di bunuh. Tak lama Jibril pun datang pada Rasul, di suatu riwayat dikisahkan,
Tiba-tiba aku berada di bawah awan yang sedang menaungiku. Aku perhatikan awan itu, ternyata ada Malaikat Jibril,  lalu ia memanggilku dan berseru: ‘Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mendengar perkataan kaummu kepadamu dan penolakan mereka terhadapmu. Dan Allah Azza wa Jalla telah mengirimkan malaikat penjaga gunung untuk engkau perintahkan melakukan apa saja yang engkau mau atas mereka’. Malaikat (penjaga) gunung memanggilku, mengucapkan salam lalu berkata: ‘Wahai Muhammad! Jika engkau mau, aku bisa menimpakan gunung ini’.”
Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “(Tidak) namun aku berharap supaya Allah Azza wa Jalla melahirkan dari anak keturunan mereka orang yang beribadah kepada Allah semata, tidak mempersekutukan-Nya dengan apapun jua”. [HR Imam al-Bukhâri dan Imam Muslim].
Itulah bukti cinta Rasulullah pada kita sebagai umatnya, beliau rela berkorban jiwa dan raga demi menyebarkan Islam, menyebarkan kebaikan, dan menyempurnakan ahklak manusia.
Sudah terbayang, bagaimana cintanya Rasulullah pada umatnya. Namun, sudahkah kita mencurahkan rasa cinta kita pada beliau?
Sudahkan kita juga menyambut dengan hangat belaian kasih sayang nya pada kita?
Sudahkah kita menjadikan beliau panutan, idola sekaligus superstar dalam hidup kita setelah Allah Swt?
Atau kah kita malah menyia-nyiakan cinta beliau, tidak peduli akan semua perjuangan nya. Untuk itu, yuk tanya hati nurani kita masing-masing, semoga masih ada Iman walaupun sekecil biji zarrah sekalipun, yang membuat kita semakin cinta dan rindu pada Rasulullah saw.
Seandainya Anda  punya idola, namun belum mengidolakan Rasulullah, maka itu bukan lah sebaik-baiknya Idola.
Fenomena zaman sekarang, nyatanya kebanyakan dari umat muslim malah mempunyai superstar tokoh Fiktif seperti Superman, Ironman, Spiderman, dan lain-lain. Selain itu, artis-artis dalam dan luar negeri yang lebih dikenal dan disenangi. Penyanyi dan artis Hollywood, Artis FTV dan sinetron, dan banyak lagi, tentunya Anda lebih tahu lanjutannya :D
Melihat kenyataan ini tentu akan tiimbul pertanyaan, terus salahnya dimana?
Tidak ada yang salah dalam hal menjadikan idola, siapapun dalam profesi apapun kita berhak memilih idola nya atau superstar versi kita masing-masing. Namun, kadang kita keliru dalam mengartikan idola dalam hal arti dan makna. Secara arti idola ialah segala hal baik orang atau benda yang dianggap sebagai acuan dan pujaan bagi dirinya. Secara makna, saat kita mengidolakan seseorang tentu akan berpengaruh pada diri dan kehidupan kita. Segala bentuk fisik dan sifat tokoh yang kita jadikan idola pasti akan menjadi acuan diri kita dalam hal fisik dan sifat juga.
Pertanyaannya, saat Anda mengidolakan satu tokoh, yang secara sadar ternyata tokoh tersebut mempunyai sifat yang kurang baik, misalnya artis yang Anda idolakan tiba-tiba terkena kasus korupsi, narkoba dan lainnya. Apakah Anda akan tetap menjadikannya Idola? Tentu tidak bukan?
Untuk itu, sebaik-baik idola ialah yang mendatangkan manfaat positif bagi diri Anda, membawa pengaruh baik bagi perkembangan potensi diri Anda.
Ketika Anda mencari idola harus logis, artinya idola yang membawa manfaat kebaikan bagi diri Anda, bukan sebaliknya. Maksudnya saat kita mengidolakan seseorang, maka akan membawa Anda semakin taat dan patuh pada Allah Swt, semakin membuat Anda menjadi lebih semangat dalam menjalani hidup, menjadikan Anda semangat memperbaiki diri dan tujuannya bisa bertemu Sang Idola atau Superstar kelak di kehidupan yang lebih kekal, yaitu di Syurga-Nya kelak. Aamiin,
Apabila Anda dan kita semua sudah mengidolakan dan menjadikan Rasulullah sebagai superstar, tentu sifat dan perilaku kita dalam keseharian pun akan senantiasa mengikuti apa yang dicontohkan beliau.
Seandainya tidak ada Rasulullah Saw yang di utus oleh Allah Swt untuk menyampaikan ajaran Islam, boleh jadi Anda dan kita semua masih berada dalam zaman kegelapan. Belum bisa merasakan nikmat dan indah nya kehidupan dalam naungan dan aturan Islam. Sampai saat ini pun, ketika Rasulullah sudah tiada, namun umatnya tetap mengimani nya dalam hati kita masing-masing. Sepanjang masa beliau hidup hingga wafat, namaya tetap ada di hati, sunnah nya tetap hidup dan menghidupkan cahaya Islam hingga detik ini.
Adakah yang lebih pantas disebut Superstar dibandingkan Beliau?
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa ali Muhammad.
Masih banyak sekali kisah-kisah Rasulullah yang lainnya, tentu semakin banyak Anda tahu dan kenal Rasulullah melalui kisah-kisah nya, maka akan timbul kecintaan pada Beliau dengan sendirinya. Dan bila Anda sudah cinta dan menjadikan Rasulullah Idola, sementara orang-orang disekitar Anda belum , maka menjadi tugas Anda dalam menyampaikan kewajiban untuk mencintai dan menjadikan Rasulullah Saw sebagai Idola umatnya.
Sumber : Buku “RASUL TERSAYANG” persembahan Rumah Pensil Publisher.