Senin, 09 Januari 2017

ISTIQOMAH


Oleh: Kak Eka “Rumah Pensil” Wardhana


Ketika orang ditanya, “Mana yang lebih kuat: air apa batu?”
Kebanyakan mereka akan menjawab, “Batu! Sebab batu keras, sementara air lembut.”

Sekilas memang demikian, tetapi bila dipikir lebih jauh, kita akan menemukan sebuah sifat air yang tak terkalahkan: istiqomah. Dengan keistiqomahan ini pula tetes demi tetes air akhirnya bisa melubangi batu, betapapun itu membutuhkan waktu bertahun-tahun. Akhirnya, air yang lembut pun bisa mengalahkan batu yang keras.
Kalau orang ditanya, “Mana yang lebih kuat: angin atau air?”
Kebanyakan akan menjawab, “Air! Sebab air lebih padat dari angin. Apalagi angin kadang terasa kadang tidak.”

Sekilas memang demikian, tetapi bila dipikir lebih jauh, kita akan menemukan sebuah sifat angin yang tak terkalahkan: istiqomah. Dengan keistiqomahan ini pula desau demi desau angin akhirnya bisa menghempaskan begitu besar air ke pantai dalam bentuk ombak. Dari sejak terciptanya bumi sampai kiamat kelak, ombak akan terus berdebur sebab didorong tanpa kenal lelah oleh angin. Akhirnya, angin yang ringan pun bisa mengalahkan air yang lebih padat dan lebih berat.
Kalau kita ditanya, “Mau jadi siapa: orang kaya yang malas atau orang miskin yang rajin?”
Kebanyakan kita akan menjawab, “Jadi orang kaya yang malas! Wajar dong malas, kan sudah kaya. Sementara biar serajin apapun yang miskin akan tetap miskin. Lihat saja tuh pemulung atau tukang becak. Cape deeeh!”

Sekilas memang demikian, tetapi bila dipikir lebih jauh, kita akan menemukan sebuah sifat orang miskin rajin yang tak terkalahkan: istiqomah. Dengan keistiqomahan ini pula orang yang tadinya miskin akan rajin berusaha. Usahanya akan mengetuk pintu langit dan membuat malaikat mendoakannya. Maka rezeki pun turun pada siapa yang layak menerima. Sehingga orang miskin bisa jadi kaya karena bersyukur dalam bentuk rajin berusaha, sementara orang kaya yang malas bisa jadi jatuh miskin karena tak bersyukur.
Meski kita tak punya bakat dalam satu hal namun berkeras menguasainya, kuncinya satu saja: istiqomah. Kerjakan terus dan terus, insya Allah kita akan bisa. Jangan ditanya hasilnya bila kita berhasil mencampur bakat + minat + istiqomah.
Istiqomah adalah kekuatan dahsyat. Jangankan untuk hal-hal baik, untuk hal-hal buruk pun hasilnya bisa mengerikan (istiqomah adalah istilah untuk hal yang baik, sementara “Istiqomah” dalam hal baik dan buruk lebih tepat disebut konsistensi). Bukankah Iblis laknatullah sangat konsisten menggoda manusia? Lihat saja hasilnya: dari milyaran manusia yang hidup di dunia ini, hanya sebagian kecil saja yang akan mendapatkan Jannah.

Buat saudara-saudaraku yang tengah belajar, buat saudara-saudaraku yang tengah berjuang mendidik anak-anaknya agar menjadi orang-orang shalih, buat saudara-saudaraku yang tengah berusaha mencari rezeki demi masa depan yang lebih baik, lakukan satu hal ini: istiqomah.

Selasa, 03 Januari 2017

KISAH BURUNG PEMAKAN ULAT

KISAH BURUNG PEMAKAN ULAT


Oleh: Kak Eka “Rumah Pensil” Wardhana

Matahari telah lama menghilang, bintang-bintang bersinar cemerlang dan bulan mulai terang.
Manusia telah tidur, kebanyakan hewan telah tidur, benar-benar sepi seperti di tanah kubur.
Namun di dalam sebuah sarang, di atas dahan bercabang, terdengar suara kecil tapi lantang.
“Ayah, apakah engkau telah tidur? Bangunlah Ayah, angkat dirimu dari kasur, aku ingin bertanya bukan melindur.”

Itu adalah suara anak burung pemakan ulat, ayahnya menguap dan menggeliat.
“Ada apa, Anakku? Apa ada yang mengganggu tidur lelapmu? Apa yang ingin kau tanyakan padaku?”
“Mengapa Ayah terus melatihku dengan giat? Terus terbang tinggi sampai aku tak kuat? Seminggu sudah waktu terlewat!”
“Agar kau kelak jadi burung yang hebat, kau tak boleh hanya jadi pemakan ulat, engkau harus jadi elang yang dahsyat!”

“Apa Ayah tak salah bilang? Atau tajamnya pendengaranku sudah hilang? Ayah, mengapa aku harus jadi seekor elang?”
“Sebab elanglah raja angkasa, semua tunduk padanya, hanya dengan jadi elang hidupmu akan bahagia!”
Air mata si Anak pun berlinang, katanya dengan suara tak lagi lantang, “Ayah, aku tak mungkin jadi seekor elang.”
“Tidak Nak, engkau pasti bisa! Jangan sia-siakan masa muda! Kerahkan seluruh kemampuan untuk mengejar cita-cita!”

“Tapi Ayah, aku hanya burung kecil pemakan ulat, sayapku kecil tapi liat, meski begitu tak mungkin sekuat elang yang hebat.
“Paruhku tumpul dan berukuran mungil, hanya sanggup mengejar ulat-ulat kecil, tak mungkin aku melahap kelinci dan tikus degil.”
Sejak itu Sang Ayah pun terdiam setiap saat, tak lagi melatih anaknya dengan giat, bahkan ia tampak tak lagi bersemangat.
Si Burung Pemakan ulat kecil, kini menjadi labil, tak tahu lagi tindakan apa yang harus diambil.

“Mengapa kini Ayah membiarkan aku? Tak lagi melatih aku? Bahkan tak lagi menegur aku?”
“Anakku, jadi pemakan ulat sangat gampang, sebab ulat bahkan tak bisa melayang tapi kamu malah bisa terbang.”
Si Anak menangis tersedu-sedu, “Ayah, bagiku tak semudah itu. Membedakan jenis ulat pun aku tak tahu.”
“Ayahku sayang, tanpamu aku tak tahu cara yang gampang, untuk jadi pemakan ulat yang cemerlang.”

Si Ayah tersadar kini, bagi seorang anak di usia dini, bimbingan perlu diberi sepenuh hati.
Anak tak perlu dijadikan orang hebat, ia hanya perlu diarahkan dengan tepat, maka semangatnya akan tumbuh seiring bakat.
Jadi hebat tapi menyiksa diri, bukanlah hasil pendidikan sejati, sebab pendidikan bertujuan mencari jati diri.
Allah memang memberi setiap anak bakat dan minat, tapi ia sendirian akan sulit menemukan jalan yang tepat, tugas orangtualah menemani agar ia tak tersesat.

Yang pinter bukan hanya dokter, pelukis pun perlu otak yang muter, menjadi penjahit pun perlu otak seger, agar terus mendapat order.
Bahagia bukan hanya milik pejabat kaya, sebab pedagang pun bisa kaya raya, bahagia adalah milik orang yang hidup sesuai bakatnya.
Bila anak harus mencoba berputer-puter, bantulah ia walau kita harus keblinger, itu namanya orangtua super.
Yang anak perlu dari orangtua, adalah kasih sayang dan rasa percaya, maka Insya Allah kelak ia akan terhindar dari derita, malah akan membuat orangtua bangga.


Sabtu, 31 Desember 2016

MIDNIGHT SALE 50% BUKU RASUL TERSAYANG

Promo HANYA 2 JAM!!
.
Kami yakin sudah banyak yg ingin tahu detail tentang promo ini.
.
Mau tahu detailnya?
Baca info ini hingga selesai.
.
Sudah tahu Buku Rasul Tersayang Karya Kak Eka Wardhana Persembahan Rumah Pensil Publisher?
.

KHUSUS HARI INI, BAHKAN Hanya 2 JAM! (31 Desember 2016)
.
Iya HANYA 2 JAM SAJA!!!
per besok sudah tdk ada lagi.
.
Manfaatkan utk dapat harga TERMURAH.
.
Sebelum itu,
Sbg info, BUKU ini sudah TERJUAL lebih dari 1000  pcs dlm waktu singkat.
.
Sebelum kami infokan, ini dia Fakta ttg BUKU ROSA (Rasul Tersayang).
1. Dicetak dalam kertas Art Paper seberat 400 gram. Kuat, tebal dan awet lama.
2. Disajikan dalam ukuran panjang x lebar: 31,5 cm x 24 cm. Besar, lebar, dan enak dibaca.
3. Memuat 560 kisah-kisah seputar Rasulullah. Cukup banyak untuk mendapatkan informasi tentang kehidupan Rasulullah Saw tercinta.
4. Menampilkan visual dalam porsi besar, komik dan gambar-gambar lebih  kecil yang disertai balon komik pula. Buku jadi lebih menarik secara visual, lebih interaktif dan ringan dicerna.
5. Cover belakang dan punggung buku dapat disusun menjadi puzzle. Bertujuan agar anak dapat menyimpan buku lebih rapi, sekaligus menampilkan rangsangan kreativitas ke benak mereka.
6. Ditulis oleh Kak Eka Wardhana yang sudah menulis lebih dari 300 judul buku anak muslim, disertai ratusan kali pengalaman mendongeng langsung bersama anak-anak.
.
okeh, saya yakin sudah pada tdk sabar mau TAU info AKHIR TAHUN nya.
.
ini dia infonya…
.
Khusus MALAM INI Pukul 21.00 – 23.00 dapatkan harga khusus BUKU Rasul Tersayang.
.
Harga Normal Rp. 3.121.000
SUBSIDI jadi hanya 1.560.000 saja (DISKON 50%).
.

Cara nya Gimana?
Segera Hubungi nomor berikut : 082240115459
.
AYO SEGERA PESAN SEKARANG JUGA!!!
.
N.B.

- Pembayaran hanya berlaku MALAM INI, Pukul 21.00 – 23.00 (2 JAM SAJA!!!)
- Per-1 Januari 2017 HARGA NAIK !




Jumat, 30 Desember 2016

SEDEKAH TAK PERNAH SALAH

Anak-anakku, Nabi Muhammad Saw pernah menyampaikan sebuah cerita indah tentang sedekah. Bagaimana kisahnya?
Suatu hari seorang Bapak berkata, “Ah, malam ini aku akan bersedekah!”
.
Malam tiba. Dengan penuh semangat ia melangkah keluar rumah. Diberikannya sedekah itu pada seseorang yang tampaknya sangat membutuhkan uang. Namun esok paginya, teman-teman Bapak tadi malah menyesal. Mereka berkata, “Mengapa kamu berikan sedekahmu pada orang itu. Tahukah kamu, orang itu adalah pencuri!”
.
Bapak tadi terkejut, tapi ia segera berdoa, “Ya Allah, segala puji untuk-Mu. Ternyata sedekahku jatuh ke tangan seorang pencuri.”
Namun ia sama sekali tidak menyesal. Malam berikutnya, ia keluar lagi dan memberikan sedekahnya untuk seorang wanita. Ketika pagi tiba, teman-temannya memberi tahu, “Hai, mengapa kamu memberikan sedekahmu untuk wanita itu? Dia itu bukan wanita baik-baik!”
.
Bapak tadi terhenyak, tapi ia segera berdoa, “Ya Allah, segala puji untuk-Mu. Ternyata sedekahku jatuh ke tangan seorang wanita yang suka berbuat keji.”
.
Tapi esok malam, si Bapak keluar lagi. Dengan tulus diberikannya sedekah untuk seorang laki-laki yang tampak tidak bahagia. Namun paginya, lagi-lagi ia dikejutkan oleh laporan teman-temannya. Sambil tertawa teman-temannya berkata, “Orang yang kau sedekahi malam itu adalah orang kaya!”
.
Bapak itu kembali tertegun, tapi ia segera berdoa, “Ya Allah, ternyata sedekahku jatuh ke tangan pencuri, wanita keji dan orang kaya…”

***
Malam harinya ia bersedekah lagi, tapi ia bermimpi. Dalam mimpi itu seorang berkata padanya, “Sedekahmu pada pencuri, semoga membuatnya berhenti mencuri. Sedekahmu pada wanita keji, semoga membuatnya menjadi wanita baik-baik. Sedekahmu pada orang kaya, semoga membuatnya jadi orang yang suka bersedekah pula.”
.
Legalah hati si Bapak. Nah, anak-anak. Bersedekahlah. Sebab tak ada sedekah yang salah dan sia-sia…
.
.
.


Disadur dari Buku "Nabi Muhammad Pun Bercerita" Karya Kak Eka Wardhana Persembahan dari Rumah Pensil Publisher. 
.
.
.
Mau info tentang Buku-buku Persembahan Rumah Pensil?
.
Silahkan Cek di :
.
FB : Buku Dongeng Cerita Islami || Rumah Pensil
Twitter : @RumahpensilID
IG : @rumahpensilofficial
G+ : Rumah Pensil Publisher
.
Terimakasih,

Selasa, 27 Desember 2016

SEBAIK-BAIKNYA BACAAN ADALAH AL-QUR'AN, SEMERDU-MERDUNYA SUARA IALAH SUARA RASULULLAH SAW SAAT MEMBACA AL-QUR'AN


Begitu banyak penyanyi dan artis yang kita tahu, bahkan kita idolakan. Apalagi sekarang untuk menjadi seorang artis sangat lah mudah, media-media ajang pencarian bakat ada dimana-mana. Ketika dibuka pendaftaran nya, banyak sekali yang daftar, semua kalangan ikut, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua. Semua itu dilakukan demi mencari popularitas belaka, kesenangan yang sesaat saja. Mereka ingin eksistensi nya dikenal dan diakui, lantas uang dan harta mengalir tiada henti. Lantas setelah itu apakah mereka puas? Tentu saja tidak, yang namanya manusia tak akan pernah puas selama ia masih hidup, begitulah fitrahnya.
.
Seiring makin bertambah banyak nya artis dan penyanyi di Indonesia, tak ayal dibelakang mereka pasti ada penggemar yang senantiasa ikut serta kemana pun artis tersebut tampil. Mereka rela panas-panasan, berdesak-desakan, demi bisa melihat idolanya. Termasuk didalamnya boleh jadi adalah anak-anak kita, coba saja cek dan tanyakan pada mereka.
.
Lalu, saat ditanyakan kenapa sangat mengidolakan artis-artis tersebut? Diantaranya ada yang menjawab, soalnya suara nya merdu, bagus, enak di dengar, bikin hati meleleh kalau dia nyanyi, dan lainnya.
.
Padahal dibandingkan artis-artis yang kita idolakan tersebut, yang suaranya bagus menurut kita. Ada juga manusia yang patut kita ketahui, wajib kita kenali dan imani. Adalah Rasulullah SAW, yang memiliki keistimewaan secara paripurna. Salahsatunya ialah Allah anugerahkan beliau suara yang merdu, yang membuat semua orang rindu, bahkan takjub saat Rasulullah membacakan ayat-ayat Al-Qur’an.
.
Rasulullah Saw bersabda, “Allah tidak mengutus seorang nabi, melainkan berwajah tampan da bersuara merdu. Sedangkan nabimu ini, adalah yang paling tampan wajahnya dan paling merdu suaranya.”
.
Beberapa kesaksian para sahabat pun menjadi bukti, diantaranya, Anis bin Malik meriwayatkan bahwa suara Rasulullah Saw itu merdu sekali dan enak didengar. Al-Barra bin Azib juga pernah berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah membaca surah ‘Wattini wazaitun…”. Maka aku belum pernah mendengar suara semerdu itu. Jubair bin Muth’im seolah menambahkan, “Suara Rasulullah Saw itu merdu sampai dapat menimbulkan kesan dalam di hati, namun juga sekaligus terdengar keras dan jelas”. Dalam mengucapkan ayat-ayat Al-Qur’an, suara Rasulullah memang paling fasih dan paling merdu. Para sahabat pun sampai termangu dan tercengang dibuatnya. Ummu Hani, sepupu Rasul, pernah berkata, “Aku mendengar di tengah malam kemerduan suara Rasulullah Saw yang sedang berada di sisi Ka’bah, sementara aku tengah berbaring di punggung rumahku.”
***
Ayah dan Bunda, sebaik-baiknya bacaan adalah Al-Qur’an, Semerdu-merdunya suara ialah suara Rasulullah SAW apalagi saat membacakan Al-Qur’an. Jika anak-anak kita menyukai artis-artis ibukota atau bahkan luar negeri karena suara dan lagu-lagu yang mereka bawakan, boleh ajdi itu karena mereka belum kenal dengan Rasulullah Saw, belum kenal dengan sejarah perjuangan hidup nya, sementara telah banyak sekali bukti sejarah yang Beliau torehkan untuk agama ini.
.
Dibandingkan anak-anak kita sibuk dengan mendengarkan lagu-lagu yang bahkan liriknya pun membuat pendengarnya terbawa suasana. Ditambah lirik-lirik cinta yang sangat mendominasi, seolah membuat jiwa dan kepribadian anak-anak kita yang sering mendengarkan lagu-lagu semacam itu menjadi lemah, gampang mneyerah, tidak mau berusaha dan terkesan negatif. Alangkah idealnya dekatkan mereka dengan Al-Qur’an, ceritakan kisah perjalanan Rasulullah yang Agung.
***
Mulai dari diri sendiri, mulai lah dari hal yang kecil, dan mulai lah dari hari ini.
1. Mulai dari diri kita sebagai orang tua, berikan contoh yang baik agar anak-anak kita pun senantiasa mudah untuk diarahkan.
2. Mulai dari hal yang kecil, bangun kedekatan dengan anak-anak kita. Ajarkan baca tulis Al-Qur’an, surat-surat pendek, dan bacakan buku-buku sejarah hidup Rasulullah Saw.
3. Mulai dari hari ini, karena masalah usia dan waktu siapa yang tahu kecuali Allah Swt. Jangan menunggu sementara anak kita terus beranjak dewasa dan kita semain tua. Yuk Mulai dari sekarang !
.
.
.
Semoga Bermanfaat, silahkan share tulisan ini jika dirasakan manfaatnya !
=================================================
N.B.
- Mau lebih banyak mendapatkan kisah Rasulullah Saw, meneladani tingkah laku dan kepribadiannya?
Silahkan cek di :
*Inspirasi tulisan dari Buku Rasul Tersayang Karya Kak Eka Wardhana Persembahan Rumah Pensil Publisher.