Jumat, 23 Desember 2016

ALAS TIDUR RASULULLAH

Assalamu’alaikum Ayah dan Bunda,
Bagaimana Kabarnya? Semoga senantiasa sehat selalu… Aamiin YRA,
“ALAS TIDUR RASULULLAH”
Hafsah binti Umar bin Khattab adalah istri Rasulullah Saw. Bunda Hafsah menuturka, “Kami mempunyai kain yang bertambal. Kami mendapatkannya pada Perang Khaibar (dari bagian harta rampasan perang). Aku menghamparkannya untuk Rasulullah Saw setiap malam, lalu Beliau tidur di atasnya.
“Pada suatu malam, aku membuatnya berbentuk persegi. Ketika bangun pagi, Beliau bertanya, “Wahai Hafsah, apa yang terjadi dengan alas tidur ku kemarin malam?”
“Aku menjawab, ‘Itulah alas tidur mu setiap malam. Hanya saja, aku membuatnya menjadi persegi.’
“Beliau bersabda. ‘Wahai Hafsah, kembalikan bentuk alas tidurku seperti semula karena keempukannya semalam menghalangiku untuk mendirikan shalat.”
================================================
* Pelajaran yang bisa diambil:
Ayah dan Bunda, apakah tempat tidur Anda terlalu empuk sehingga melenakan kita semalaman? Jauh berbeda dengan keadaan tempat tidur Rasul Saw, padahal kita mengaku hamba Allah, umat Rasulullah yang mencintai dan mengharap syafaat beliau, sudahkah hati kita mengagungkan Rasululah Saw sehingga yakin dan bersemangat mengamalkan apa yang beliau sampaikan? Adakah demikian kiranya keadaan hati kita saat ini?
Semoga kita bisa meneladani Rasulullah Saw dan mengamalkan setiap sunnah beliau dalam kehidupan kita sehari-hari. Aamiin.
*dikutip dari Buku “Rasul Tersayang” seri KESEDERHANAAN Karya Kak Eka Wardhana persembahan Rumah Pensil Publisher.

Oh iya, hampir lupa…
Bila Anda ingin tahu info Buku-buku Persembahan dari Rumah Pensil, silahkan kunjungi sosial media kami :
FB : Buku Dongeng Cerita Islami
Twitter : @RumahpensilID
IG : @rumahpensilofficial
G+ : Rumah Pensil Publisher
No. Kontak : 082240115459

Terimakasih,
Rumah Pensil Publisher || Open Your Book Open Your Mind

Buku Rasul Tersayang Seri Kesederhanaan


Kamis, 22 Desember 2016

TIDAK PERNAH MEMUKUL ORANG LAIN

Assalamu’alaikum Ayah dan Bunda,
Bagaimana kabarnya? Semoga senantiasa sehat selalu… Aamiin YRA,
Mari kita lanjutkan lagi review buku Rasul Tersayang, seri “Kasih Sayang”.
=====================================================================
“TIDAK PERNAH MEMUKUL ORANG LAIN”
Bunda Aisyah, istri Rasul yang amat Beliau sayangi, sering menyaksikan betapa besar rasa sayang Rasul pada sesama. Bunda Aisyah pernah berkata,
“Rasulullah Saw tidak pernah memukul sesuatu dengan tangannya, maupun memukul seorang wanita atau pelayan. Beliau hanya memukul saat berjihad dijalan Allah. Beliau tidak pernah membalas pelakunya bila Beliau dicela. Kecuali jika larangan Allah dilanggar, maka Beliau membalasnya karena Allah semata”.

=====================================================================
* Pelajaran yang bisa diambil:
Rasul kita kenal adalah orang yang paling baik pada keluarganya, namun tidak hanya pada keluarga, Rasul pun sangat sayang pada para sahabatnya. Kasih sayang Rasulullah ditunjukkannya dengan berbagai cara. Setiap orang yang mempelajari sejarah hidup Rasulullah Saw, maka akan menemukan bahwa Beliau adalah orang yang sangat memperhatikan isteri dan sahabat-sahabatnya. Rasulullah Saw adalah orang yang pertama menghibur ketika ada sahabat nya yang bersedih, mengetahui perasaannya, tidak memojokkannya dengan kata-kata yang tidak enak di dengar, Beliau mendengarkan pengaduannya, meringankan kesedihannya, mempertimbangkan usulannya, menghormati pribadinya tidak merendahkannya ketika terjadi musibah atau masalah.
Ayah dan Bunda, Kasih sayang ini merupakan salah satu karakter utama yang ditetapkan Allah SWT atas umat Muhammad Saw.
Jelaslah bahwa ajaran Islam sangat menjunjung tinggi akan kasih sayang. Kita perlu mencontoh teladan Nabi saw. dan para sahabatnya yang benar-benar merealisasikan makna kasih sayang yang tanpa batas itu, tentunya untuk mencapai keridaan Allah semata yang bukan untuk mencari kesenangan dunia. Maka memang pantas bahwa Islam dikatakan sebagai agama rahmatan lil ‘alamiin. Sifat kasih sayang adalah termasuk akhlak yang mulia yang dicintai Allah. Sebaliknya Allah sangat membenci akhlak yang rendah. Di antaranya kepada orang-orang yang tidak memiliki rasa belas kasih sayang.

=====================================================================
*dikutip dari Buku “Rasul Tersayang” seri KASIH SAYANG Karya Kak Eka Wardhana persembahan Rumah Pensil Publisher.

Oh iya, hampir lupa…
Bila Anda ingin tahu info Buku-buku Persembahan dari Rumah Pensil, silahkan kunjungi sosial media kami :
FB : Buku Dongeng Cerita Islami
Twitter : @RumahpensilID
IG : @rumahpensilofficial
G+ : Rumah Pensil Publisher
No. Kontak : 082240115459

Terimakasih,
Rumah Pensil Publisher || Open Your Book Open Your Mind 
Buku Rasul Tersayang Seri Kasih Sayang


Rabu, 21 Desember 2016

GIGI RONTOK

Assalamu’alaikum Ayah dan Bunda,
Bagaimana kabarnya? Semoga senantiasa sehat selalu… Aamiin YRA,
Hari ini akan melanjutkan review buku Rasul Tersayang, seri “Ketabahan”.
=====================================================================
“GIGI RONTOK”
Siksaan yang dialami Rasulullah saat menegakkan Islam benar-benar di luar batas ketabahan manusia biasa. Gangguan dan musibah yang ditimpakkan orang kafir Quraisy kepada Nabi Muhammad melebihi kekejaman yang dialami Rasul sebelum beliau. Namun Nabi Muhammad tetap sabar dan tabah.
Suatu ketika orang Quraisy melempar Nabi dengan batu, begitu keras sampai gigi beliau rontok. Apakah beliau marah? Tidak, Rasul malah berdoa, “Ya Allah berilah petunjuk pada kaum ku. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang belum mengerti.”
=====================================================================
* Pelajaran yang bisa diambil:
Ayah dan Bunda, konteks ketabahan bisa diartikan tetap dan kuat hati menghadapi cobaan dan kesulitan hidup dalam berusaha. Tiap-tiap manusia pasti akan di uji dengan berbagai permasalahan, namun kita juga sadari bahwa Allah Swt pasti tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan hambanya. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya, “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya”. (QS. Al-Baqarah:286).
Untuk itu, jika kita bercermin pada apa yang dialami Rasulullah dalam menghadapi ujian dan cobaan dalam berdakwah, mulai dari di caci maki, di hina, di ludahi, di ancam akan di bunuh, dan gangguan yang lain, maka ujian kita belum lah seberapa. Namun, seringnya kita malah begitu cepat berputus asa dan lemah dalam menghadapi ujian yang Allah berikan. Kemudian, kita yakini bahwa setiap ujian pasti sesuai dengan kesanggupan kita sebagai hamba. Tugas kita ialah bersabar dan tabah dalam menghadapi ujian kehidupan.
=====================================================================
*dikutip dari Buku “Rasul Tersayang” seri KETABAHAN Karya Kak Eka Wardhana persembahan Rumah Pensil Publisher.

Oh iya, hampir lupa…
Bila Anda ingin tahu info Buku-buku Persembahan dari Rumah Pensil, silahkan kunjungi sosial media kami :
FB : Buku Dongeng Cerita Islami
Twitter : @RumahpensilID
IG : @rumahpensilofficial
G+ : Rumah Pensil Publisher
No. Kontak : 082240115459

Terimakasih,
Rumah Pensil Publisher || Open Your Book Open Your Mind 
Buku Rasul Tersayang Seri Ketabahan

Selasa, 20 Desember 2016

SENYUM BUAT MUSUH

Assalamu’alaikum Ayah dan Bunda,
Bagaimana kabarnya? Semoga senantiasa sehat selalu… Aamiin YRA,
Sudah tersenyum hari ini ^_^
Oke, hari ini akan dilanjutkan review buku Rasul Tersayang, seri “Senyum-senyum Rasulullah”.
=====================================================================
“SENYUM BUAT MUSUH”
Cucu Rasulullah, Husein bin Ali, bertanya kepada ayahnya tentang cara Rasulullah Saw bergaul dengan para sahabatnya. Maka sang Ayah, Ali bin Abi Thalib menerangkan, “Rasulullah Saw itu selalu tersenyum dan lemah-lembut, tidak keras juga tidak kaku, suaranya tidak lantang, bicaranya selalu bersih dan serius, tidak pernah mencela apapun, tidak suka memuji samai berlebihan, tidak selalu bergurau, apa yang tidak disenangi tidak diacuhkan dan setiap orang yang datang memerlukan sesuatu kepada Beliau, tidak putus harapannya”.
Keramahan dan senyum Rasulullah Saw dalam bergaul, membuat beliau disegani dan dihormati. Bertemu musuh pun tak Beliau tampakkan wajah garang, melainkan justru senyum dan keramahan.
=====================================================================
* Pelajaran yang bisa diambil:
Ayah dan Bunda, terkadang kita menganggap senyum itu kecil dan sepele, padahal banyak banget manfaat senyum loh… Dan yang paling penting, Rasul pun mengajarkan agar kita senantiasa tersenyum dengan semua orang, terlebih dengan orang-orang yang tidak menyukai kita sekalipun.
Diantara manfaat senyum ialah:
1. Bernilai Ibadah Rosullullah Bersabda:“Senyummu ketika berjumpa saudaramu adalah ibadah.” ( HR al-Baihaqi no. 7935)
2. Menghargai Kebaikan Dari Abu Dzarr Radiyallahu ‘anhu ia berkata, : Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda :
”Janganlah kamu memandang rendah sedikitpun suatu kebajikan, walaupun sekedar kamu bertemu saudaramu dengan wajah berseri-seri”. (HR Muslim no.2626.).
3. Menjadi Obat Hati, Fikiran dan Jiwa Rasulullah bersabda :
” Janganlah kamu terlalu membebani jiwamu dengan segala keseriusan hidup. Hiburkanlah dirimu dengan hal-hal yang ringan dan lucu kerana jikalau jiwa terus dipaksa memikul beban-beban yang berat, ia akan menjadi keruh.” ( HR Ibnu Majah no. 1130)
=====================================================================
Untuk itu, mari biasakan untuk mengawali semua agenda dan aktivitas kita dengan senyuman, dan jangan lupa ajarkan pula anak-anak kita untuk murah senyum pada semua orang yah.
Begitupun saat Anda membaca tulisan ini, dan klik “like” lalu “share”, jangan lupa senyum dulu ^_^
*dikutip dari Buku “Rasul Tersayang” seri SENYUM-SENYUM RASULULLAH Karya Kak Eka Wardhana persembahan Rumah Pensil Publisher.

Oh iya, hampir lupa…
Bila Anda ingin tahu info Buku-buku Persembahan dari Rumah Pensil, silahkan kunjungi sosial media kami :
FB : Buku Dongeng Cerita Islami
Twitter : @RumahpensilID
IG : @rumahpensilofficial
G+ : Rumah Pensil Publisher
No. Kontak : 082240115459

Terimakasih,
Rumah Pensil Publisher || Open Your Book Open Your Mind 

Buku Rasul Tersayang Seri Senyum-senyum Rasulullah

Senin, 19 Desember 2016

SILATURAHIM

Assalamu’alaikum Ayah dan Bunda,
Bagaimana kabarnya? Semoga senantiasa sehat selalu… Aamiin YRA,
Salam dan semangat selalu mengawali hari, ^_^
Oke, hari ini akan dilanjutkan review buku Rasul Tersayang, seri “Keimanan”.
=====================================================================
“SILATURAHIM”
Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa ingin diteguhkan ajalnya, diluaskan rezekinya, maka bersilaturahimlah.”
Kekerabatan itu tersambung langsung dengan Singgasana Allah Yang Maha Kasih. Maka orang yang menyambung kekerabatan akan tersambung kepada Allah. Sebaliknya orang yang memutus kekerabatan, akan terputus pula dengan Allah.
Rasulullah sangat peduli pada sanak famili, Beliau kunjungi, tanyakan kabar dan mencintai famili. Beliau bersabda, “Termasuk anak yang paling berbakti adalah orang yang meneruskan hubungan dengan orang-orang kecintaan bapaknya setelah bapaknya meninggal dunia.”
=====================================================================
* Pelajaran yang bisa diambil:
Ayah dan Bunda, sebagai mahluk sosial yang membutuhkan uluran tangan orang lain, sudah sewajarnya untuk saling mengenal dan membantu dengan orang-orang di sekitar. Termasuk salahsatu nya adalah mempererat hubungan kekerabatan dengan cara bersilaturahim. Dalam sebuah hadits, Rasulullaah bersabda,
“Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya atau dikenang bekasnya (perjuangan atau jasanya), maka hendaklah ia menghubungkan silaturahmi.” (HR Muslim)
“Barang siapa yang senang dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya, dan dijauhkan dari kematian yang buruk, maka hendaklah bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturahmi.” (HR Imam Bazar, Imam Hakim)
“Belajarlah dari nenek moyangmu bagaimana caranya menghubungkan rahim-rahim itu, karena silaturahmi menimbulkan kecintaan dalam keluarga, meluaskan rezeki, dan menunda kematian.” (HR Imam Tirmidzi)
“Tidak akan masuk syurga orang yang memutuskan hubungan silaturahim.” (HR Imam Muslim)
Diantara manfaat silaturahmi itu adalah:
1. Diluaskan rezekinya
2. Dikenang kebaikannya
3. Dipanjangkan umurnya
4. Khusnul khatimah
5. Kecintaan dalam keluarga
6. Kunci masuk syurga

Jika kita lihat, manfaat silaturahmi adalah untuk dunia dan akhirat. Luar biasa.
Oleh karena itu Ayah dan Bunda, tetap sambungkanlah tali silaturahim sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. Berhati-hatilah dari memutuskannya. Masing-masing kita akan datang menghadap Allah dengan membawa pahala bagi orang yang menyambung tali silaturahmi. Atau ia menghadap dengan membawa dosa bagi orang yang memutus tali silaturahmi.
Marilah kita memohon ampun kepada Allah Swt, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
=====================================================================
*dikutip dari Buku “Rasul Tersayang” seri KEIMANAN Karya Kak Eka Wardhana persembahan Rumah Pensil Publisher.

Oh iya, hampir lupa…
Bila Anda ingin tahu info Buku-buku Persembahan dari Rumah Pensil, silahkan kunjungi sosial media kami :
FB : Buku Dongeng Cerita Islami
Twitter : @RumahpensilID
IG : @rumahpensilofficial
G+ : Rumah Pensil Publisher
No. Kontak : 082240115459

Terimakasih,
Rumah Pensil Publisher || Open Your Book Open Your Mind 
Buku Rasul Tersayang Seri Keimanan